Yogyakarta sebagai sebuah kota yang memiliki banyak predikat pada akhirnya berkembang sedemikian pesat. Akan tetapi, meski Yogyakarta tetap tanggap dalam menghadapi perkembangan jaman, sisi keunikan, keasrian serta prinsip menjaga tradisi Jawa tetap berlangsung hingga saat ini. Pola hidup serta tatanan yang berlaku dalam masyarakat yang mendiami kota Yogyakarta berlaku sedemikian berbeda dengan yang ada di luar Yogyakarta. Hal inilah yang mungkin menjadi daya tarik besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk selalu mengunjungi Yogyakarta yang juga adalah tujuan wisata kedua terbesar di Indonesia setelah Bali.

Untuk itulah, maka GBPH H. Joyokusumo (foto di atas beserta istri) yang adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono IX serta adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono X memfungsikan tempat tinggalnya, nDalem Joyokusuman, yang terletak di Jalan Rotowijayan No. 5 Yogyakarta sebagai tempat untuk kegiatan wisata, sosial (khususnya Kraton Yogyakarta) serta perekonomian dan bisnis. Di rumah limasan yang ditempati Gusti Joyo beserta keluarga ini begitu banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang memanfaatkan suasana asri serta koleksi-koleksi antik yang dimiliki nDalem Joyokusuman.

Adapun rumah ini sebenarnya pada awalnya ditempati oleh Raden Wedono Condrokusumo yang juga adalah keponakan dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan dibangun pada tahun 1916. Setelah Raden Wedono Condrokusumo meninggal, rumah ini lantas ditempati oleh GBPH Bintoro yang adalah adik Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Barulah tahun 1988, setelah GBPH Bintoro meninggal, GBPH Joyokusumo bersama keluarga menempati gedung tersebut.

Konsep open house yang diterapkan pada areal nDalem Joyokusuman memang menarik bagi banyak pengunjung. Di sini wisatawan tidak hanya bisa melihat kondisi rumah serta koleksi-koleksi yang berada di sana, namun lebih dari itu juga akan dibimbing dan dipandu oleh seorang guide yang siap menjelaskan dan menjawab pertanyaan seputar nDalem Joyokusuman, Kasultanan Yogyakarta serta kota Yogyakarta itu sendiri.

Adapun ruangan-ruangan yang ada di nDalem Joyokusuman yang bisa dikunjungi oleh wisatawan adalah sebagai berikut:

Pendopo
Pendopo adalah bagian depan dari nDalem Joyokusuman yang menghadap ke utara. Pendopo saat ini difungsikan sebagai tempat untuk pertemuan (meeting), acara sosial, serta keagamaan. Di sisi kiri pendopo, pada waktu-waktu tertentu di siang hari, kita bisa menyaksikan beberapa wanita yang membatik kain yang hasilnya juga bisa didapatkan di nDalem Joyokusuman. Di sisi kiri pendopo juga terdapat Etnik Digital Photography. Sedangkan di sisi kanan Pendopo, pada bagian yang terpisah, terdapat toserba yang dilengkapi dengan warung internet.

Pringgitan
Ruang keluarga yang pada saat tertentu digelar pertunjukan wayang kulit







Senthong Tengah Histo
Ditempatkan pasren (pesarean tengah) tempat Dewi Sri bersemayam yang merupakan simbol magis jawa yang agraris





Gandok Kanan (Ruang Tidur Utama)
Gandok Kiri (Ruang Tidur Tamu/Mini Museum)